Viaggio in Islanda, wired.com

Newsflash

In understanding crime in Capitalist society, we provide a theory and a practice with the objective of changing the world. The importance of Marxist Criminology is that it moves us dialectically to reject the capitalist order and to struggle for a new society (Richard Quinney, 1979)
Home ARTIKEL Mardjono Reksodipuro
Mardjono Reksodipuro PDF Print E-mail
Wednesday, 28 July 2010 22:01

Mardjono Reksodipuro:

Pengabdian Seorang Guru Besar Hukum Pidana

Dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar FISIP UI Bidang Kriminologi pada pertengahan November 2006 lalu, saya mengangkat tema tentang Kejahatan Negara. Melalui tema tersebut diketengahkan pembahasan kriminologis tentang kejahatan negara sebagai fenomena yang relatif baru dikaji di Indonesia, walaupun telah jelas indikasi bahwa berbagai bentuk kejahatan negara telah cukup lama terjadi dan juga telah mengimplikasikan banyak hal di Indonesia.

Dalam pidato tersebut, saya mengetengahkan beberapa preposisi kriminologis terkait kejahatan negara sebagai berikut:
1 .Semakin bersifat personal pelaku suatu kejahatan atau penyimpangan, semakin mudah dilihat dan diperlakukan, sekaligus ditindak, sebagai suatu kejahatan atau penyimpangan. Sebaliknya, semakin bersifat impersonal dan massal suatu kejahatan atau penyimpangan, baik terkait pelaku maupun korbannya, semakin tidak mudah diperlakukan sebagai kejahatan atau penyimpangan, apalagi ditindak.

Terdapat hubungan korelatif antara fenomena kejahatan dan penyimpangan level mikro-messo dengan kuat-lemahnya negara. Saat kekuatan negara berkurang, yang mengakibatkan berkurang pula kontrol negara atas perilaku berbagai elemen kemasyarakatan, maka kejahatan dan penyimpangan pada level mikro-messo meningkat. Sebaliknya, negara yang kuat akan mampu menjangkau berbagai fenomena mikro-messo tersebut dan menetralisirnya tanpa takut atau khawatir kehabisan tenaga saat muncul ekses-ekses ikutannya.

 

Kegiatan

Banner
Banner
Banner

Login First