Skip to main content
Alumni

Kembali untuk Mengabdi: Dedikasi Daniella Talita untuk Kriminologi dan Indonesia

By Maret 8, 2026April 27th, 2026No Comments7 min read

Saat mendaftar melalui jalur SBMPTN (yang kini berganti nama menjadi SNBT), Daniella Talita memantapkan pilihannya hanya pada satu jurusan: Kriminologi di Universitas Indonesia. Kala itu, ia belum benar-benar membayangkan apa yang akan dipelajarinya di sana. Siapa sangka, keputusan yang diambil dengan pemahaman yang masih terbatas tersebut justru membawanya ke sebuah institusi yang pada akhirnya mengubah jalan hidupnya secara mendalam.

Awal Perjalanan Akademik di Departemen Kriminologi

Tumbuh besar di Tangerang, di tengah lingkungan yang dikelilingi oleh berbagai lembaga pemasyarakatan, Daniella seolah sudah memiliki ikatan batin bahwa hidupnya tidak akan jauh dari studi kepenjaraan. Intuisi ini pun terbukti tepat; ia langsung merasa terpikat saat mulai mendalami berbagai mata kuliah kriminologi, khususnya Penologi dan Perlindungan Anak.

Fokus akademiknya kemudian tertuju kuat pada pemenuhan hak-hak anak, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi rentan—seperti anak-anak yang berhadapan dengan hukum di LPKA. Salah satu kontribusi nyatanya adalah saat ia memimpin inisiatif pengabdian masyarakat berupa kampanye hak bermain anak. Gerakan yang ia galang bersama rekan-rekan Kriminologi angkatan 2018 ini pun sempat mendapatkan sorotan media.

Kiprah Organisasi Melalui BEM FISIP UI

Bagi Daniella, proses belajar di Kriminologi Universitas Indonesia tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas. Ia meyakini bahwa setiap sudut kampus menyimpan pelajaran berharga, dan itulah yang mendorongnya untuk aktif mencari pengalaman bermakna lewat jalur organisasi. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) pun menjadi wadah utama baginya untuk mengasah sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan manajerialnya.

Dedikasinya di BEM FISIP terjalin selama tiga tahun berturut-turut. Ia memulai perjalanannya sebagai staf di Biro Dana dan Usaha, kemudian dipercaya naik menjadi Wakil Kepala Biro, hingga akhirnya mengemban amanah sebagai Bendahara Umum. Melalui peran-peran strategis tersebut, Daniella turut memastikan keberhasilan berbagai program kerja BEM FISIP, termasuk salah satu program yang terkenal akan popularitasnya, FISIP GO.

Pandemi dan Tantangan dalam Perjalanan Akademik

Menjalani studi di tengah pandemi bukanlah perkara mudah. Sebagaimana mahasiswa lain di seluruh dunia, Daniella harus bergelut dengan ketidakpastian dan keterbatasan sistem pembelajaran jarak jauh. Pada satu titik, ia bahkan merasa langkah akademiknya seolah “terhenti”. Minat dan bakatnya terasa sulit untuk berkembang maksimal di tengah tekanan situasi pandemi yang serba menantang. Padahal, ia sempat membayangkan masa-masa aktif yang jauh lebih dinamis di kampus, namun kenyataannya segalanya terasa berbeda ketika semua interaksi harus berpindah ke sebatas layar gawai.

Meski demikian, standar pendidikan di Departemen Kriminologi Universitas Indonesia tetap terjaga ketat dan bermakna, sekalipun dalam format virtual. Kualitas pengajaran yang ada terus memantik motivasi akademiknya, hingga akhirnya ia berhasil merampungkan skripsi yang mengangkat isu hak kunjungan keluarga bagi anak binaan di LPKA selama masa pandemi COVID-19. Di sepanjang proses tersebut, bimbingan dan dukungan dari para dosen Kriminologi yang kompeten senantiasa mendampinginya, hingga Daniella berhasil lulus dengan hasil yang memuaskan.

Pengalaman Profesional dan Aspirasi

Daniella mengawali karier profesionalnya sebagai Asisten Peneliti di Center for Detention Studies (CDS), sebuah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada advokasi pemasyarakatan di Indonesia. Baginya, ketertarikan akademik yang kuat seolah menuntunnya secara alami ke peran ini, di mana latar belakang pendidikan dan tanggung jawab profesionalnya berkelindan dengan selaras.

Sepanjang tahun 2022 hingga 2024, ia aktif berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga negara. Daniella berkontribusi bagi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menyusun Sistem Penilaian Pembinaan Anak, yakni sebuah sistem skoring untuk mengevaluasi perilaku dan perkembangan anak binaan di LPKA yang kini telah diimplementasikan secara nasional. Selain itu, ia juga mendukung Mahkamah Agung RI melalui riset mengenai disparitas pemidanaan pada kasus terorisme, serta mengkaji urgensi pedoman pemidanaan demi menjamin konsistensi dan proporsionalitas dalam putusan hakim.

Berbekal pengalaman tersebut, Daniella memantapkan tekad untuk melanjutkan studi magister. University of Toronto menjadi satu-satunya tujuan yang ia sasar, terutama karena program Criminology and Sociolegal Studies yang sangat selaras dengan rekam jejak akademik dan profesionalnya. Dengan latar belakang kriminologi dan keterlibatan yang kian dalam di ranah kebijakan, ia ingin mendalami hubungan timbal balik antara kebijakan dan masyarakat. Melalui studi pascasarjana ini, ia berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam perumusan kebijakan berbasis bukti di Indonesia, terlebih dengan kian besarnya pengakuan negara terhadap partisipasi publik sebagai elemen krusial dalam pembentukan kebijakan.

Demi mewujudkan aspirasi tersebut, Daniella mendaftarkan diri untuk beasiswa LPDP dan berhasil terpilih sebagai penerima beasiswa pada tahun 2024. Beasiswa ini tidak hanya membukakan jalan baginya untuk menimba ilmu di luar negeri, tetapi juga memperkuat komitmennya untuk kembali dan berkontribusi pada reformasi sistem peradilan pidana di Indonesia. Setelah menyelesaikan satu tahun masa studi, ia lulus dengan pemahaman yang lebih mendalam serta arah yang kian jelas untuk tujuan masa depannya.

Karya Terkini dan Langkah ke Depan

Saat ini, Daniella berkarya sebagai Peneliti di Center for Detention Studies. Dalam peran ini, ia turut menyusun pedoman pelaksanaan pidana kerja sosial melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pedoman tersebut kini telah resmi diberlakukan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor PAS-145.OT.02.02 Tahun 2025. Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyatanya setelah menuntaskan studi magister. Ia terus mendedikasikan keahlian kriminologinya dalam pengembangan kebijakan pemasyarakatan dan peradilan pidana, bekerja sama dengan berbagai kementerian serta lembaga negara.

Di samping itu, Daniella memandang sebuah kehormatan yang bermakna untuk dapat memberi kembali kepada almamaternya. Ia kini mengabdi sebagai dosen tidak tetap di Departemen Kriminologi Universitas Indonesia, di mana ia turut berkontribusi dalam dunia pengajaran akademik.

Bagaimana Kriminologi Membentuk Daniella

Melalui kriminologi, Daniella belajar bagaimana kebijakan membentuk dinamika sosial—dan bagaimana masyarakat, pada gilirannya, memengaruhi perkembangan kebijakan tersebut. Apa yang bermula sebagai rasa ingin tahu akademik secara bertahap bertransformasi menjadi kerangka berpikir dalam memahami institusi, keadilan, dan reformasi. Bagi Daniella, adalah sebuah kehormatan sekaligus buah dari ketekunan bahwa kini ia dapat bekerja di ruang di mana ia berkolaborasi langsung dengan para perumus kebijakan. Ilmu yang ia timba dari Kriminologi UI dan Criminology and Sociolegal Studies di University of Toronto tidak hanya berhenti sebagai teori; ia aktif menerapkannya dalam perumusan kebijakan publik, dengan harapan karyanya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Untuk Para Kriminolog Masa Depan Indonesia…

Dulu, di awal masa studi, saya sempat membayangkan bahwa belajar kriminologi hanya akan membawa saya menjadi seorang detektif—sebagaimana soosok Benoit Blanc. Namun, saya segera menyadari bahwa cakupan kriminologi jauh lebih luas dan jauh lebih transformatif dari yang saya duga. Dalam banyak hal, disiplin ilmu ini ‘meradikalisasi’ saya dalam arti yang paling positif: ia membentuk ulang cara saya memahami keadilan dan realitas sosial yang terjadi di sekitar kita.

Bagi kalian yang mungkin khawatir tentang prospek karier setelah lulus dengan gelar kriminologi, pesan saya: jangan takut. Sebaliknya, berbanggalah menjadi bagian dari Kriminologi Universitas Indonesia. Ilmu yang kalian peroleh tidak akan terbatas pada teori atau ruang kelas, melainkan akan membentuk cara kalian berpikir dan berinteraksi dengan dunia. 

Kriminologi mungkin tidak memberikan satu jalur karier tunggal yang pasti, tetapi disiplin ini akan membekali kalian dengan lensa kritis yang sangat berharga, baik secara profesional maupun personal. Dan jika kalian mengizinkannya, ilmu ini mungkin saja akan mengubah hidup kalian.