Irnasya Shafira Hadi (Kriminologi 2014) – memulai studinya di Program Sarjana Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada 2014 dengan konsentrasi keilmuan Kejahatan Transnasional.
Perjalanan Karier
Pada tahun 2018, di detik-detik pengurusan yudisium, Irnasya bertanya kepada Kepala Program Studi Sarjana waktu itu satu hal yang mengubah trajektori kehidupan-nya “Saya ingin menjadi professor bidang kriminologi, apa yang harus saya lakukan?” Jawaban yang diberikan kemudian membentuk perjalanan karir Irnasya kedepannya; “Sekolah hingga S3, berprestasi di kancah dunia, kemudian kembali lah ke FISIP.”
Penelitian Irnasya tidak pernah jauh dari bidang kejahatan transnasional yang diambilnya di Kriminologi UI, dengan spesifikasi kejahatan dan keamanan siber yang ditinjau dari perspektif sosial.
Irnasya memulai karirnya menjadi peneliti di ranah swasta, sebuah lembaga penelitian komunikasi untuk pelatihan korporat. Belum ada dua tahun bekerja di sektor swasta, Irnasya melanjutkan karirnya dengan mengenyam pendidikan Magister bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada sambil menjadi peneliti di Center for Digital Society (Pusat Kajian Masyarakat Digital). Setelah menyelesaikan penelitian magister dalam waktu 1.5 tahun, Irnasya melanjutkan studinya ke jenjang doktoral bidang kriminologi di Monash University Australia dengan beasiswa penuh dari pemerintah Australia. Penelitian Irnasya tidak pernah jauh dari bidang kejahatan transnasional yang diambilnya di kriminologi UI, dengan spesifikasi kejahatan dan keamanan siber yang ditinjau dari perspektif sosial.
Hari-hari Irnasya saat ini dipenuhi dengan kesibukan akademisi internasional seperti publikasi di berbagai jurnal ilmiah, berbicara di konferensi-konferensi internasional seperti 7th International Conference on Public Policy di Chiang Mai, Thailand, Australian and New Zealand Society of Criminology’s Annual Conference dan 16th Asian Criminological Society Conference di Brisbane, Australia. Selain itu, Irnasya juga aktif mengikuti kompetisi akademis seperti lomba pidato 3 menit mengenai topik penelitian disertasi yang bergengsi di Australia.
Kesan Berkuliah di Departemen Kriminologi
Di Indonesia, kriminologi UI adalah pionir bagi siapapun yang tertarik belajar mengenai fenomena kejahatan di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi sangat berkesan, karena seluruh pengembangan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan fenomena sosial di Indonesia terjadi di Universitas Indonesia.
Kriminologi UI memiliki banyak dosen yang menawarkan pemikiran-pemikiran mutakhir dan sangat berekspektasi tinggi dengan mahasiswanya, sehingga alumni yang tidak berkarir di bidang akademis-pun memiliki etos kerja yang sangat luar biasa. Mahasiswa kriminologi sudah dibiasakan dengan beban kerja tinggi yang kompleks, karena membahas kejahatan sudah pasti membutuhkan sensitivitas dan integritas yang tinggi.
Kejadian paling berkesan untuk Irnasya selama berkuliah di kriminologi adalah nongkrong-nongkrong nggak jelas di takor yang berujung ke hubungan antar kolega, teman, alumni, maupun dosen yang hangat dan erat.
“Semua senior adalah abang/kakak dan semua junior adalah adik. Dan itu priceless di dunia nyata.” – Irnasya Shafira Hadi, Kriminologi UI 2014
Untuk mata kuliah, Irnasya sangat mengenang baik semua mata kuliah yang diajarkan di kriminologi UI. Terutama mata kuliah metode, teori, dan latihan penelitian kriminologi.
Pesan Untuk Mahasiswa dan Alumni
Pertama, kuliah kriminologi bukan seperti Detective Conan atau CSI, tapi seru-nya agak lain. Menurut Irnasya, sulit untuk menjelaskan keseruan dari menguak fenomena kejahatan yang orang lain belum tahu sebelumnya. Siapapun bisa memulai perjalanan memahami sisi gelap masyarakat. Berapa orang yang anda kenal bisa mengatakan bahwa pernah berbincang dengan narapidana atau berkunjung ke lembaga permasyarakatan? Tentunya sangat jarang.
Kedua, reach out ke alumni! Alumni kriminologi tersebar ke banyak sekali sektor dan industri dan kebanyakan dari mereka sangat terbuka ke junior mereka. Irnasya sering terkekeh ketika mengingat betapa banyak junior-junior dari angkatan yang bahkan tidak pernah ditemuinya meminta tolong untuk memeriksa skripsi penelitiannya. Teman-teman lain juga tersebar di instansi-instansi pemerintah maupun swasta.
“Kejahatan itu relevan bagi seluruh aspek kehidupan, sehingga kriminologi itu sebenarnya relevan ke semua aspek kehidupan masyarakat.” Tukas Irnasya singkat.


