Skip to main content
Alumni

Muhammad Fadel Risqi Basuki: Dari Tabalong Menuju Sukses di Kriminologi UI

By Agustus 15, 2025Oktober 31st, 2025No Comments7 min read

Nama saya Muhammad Fadel Risqi Basuki. Saya berdomisili di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten Tabalong merupakan kabupaten paling utara di Provinsi Kalimantan Selatan, berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk ke bandara terdekat, saya harus menempuh perjalanan 200 kilometer tanpa melalui tol dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 5 sampai 6 jam. Saya merasakan bagaimana tumbuh dalam budaya banjar dengan akses pendidikan tidak sesempurna pendidikan di kota-kota besar Indonesia. Namun, sejak kecil saya diberi nasehat oleh orang tua untuk terus mengusahakan cita-cita setinggi-tingginya, terlepas dari keterbatasan daerah dan kondisi yang dialami. Wejangan tersebut membawa saya berangkat dari rumah dengan membawa mimpi besar untuk meraih kesuksesan dan mampu bermanfaat bagi orang lain.

Proses saya berkuliah di Universitas Indonesia UI tidak datang dengan cara yang mudah. Saya lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 2019. Saya lulus dari SMAN Banua Kalsel, SMA favorit di Kalimantan Selatan. Saya bukanlah murid dengan ranking terbaik di kelas. Sebagai gambaran, SMA saya mendapatkan kuota 60% untuk siswanya dapat mengikuti seleksi di SNMPTN, tetapi saya tidak masuk kuota tersebut. Sehingga, saya harus memperjuangkan cita-cita kuliah saya melalui jalur SBMPTN, Mandiri, serta jalur kedinasan. Naasnya, tidak ada satupun jalur seleksi tersebut yang saya dapat lalui. Pada akhirnya, saya mengambil kesempatan untuk dapat berkuliah di China di jurusan Teknik Kimia. Namun, kuliah tersebut tidak bertahan lama karena pandemi Covid-19 yang menghentikan seluruh aktivitas perkuliahan. Kemudian, saya kembali ke Indonesia untuk menunggu pandemi reda. Naasnya, saat itu belum nampak tanda-tanda pandemi akan reda, ditambah kondisi pemerintah China tidak dapat menerbitkan visa pendidikan untuk mahasiswa internasional.

Saya menetapkan pilihan saya di Kriminologi UI dengan meyakini bahwa ini pilihan terbaik dan semesta akan membantu saya mewujudkan mimpi saya.

Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian, saya memberanikan diri mengambil risiko besar untuk mencoba kuliah di Indonesia. Mengingat tahun 2021 merupakan tahun terakhir saya dapat mengikuti seleksi di perguruan tinggi negeri, saya memaksimalkan kesempatan ini dengan memilih PTN dan jurusan terbaik. Di 2019, saya tidak berani memilih UI mengingat saya bukanlah siswa terbaik dalam urusan akademik. Namun, saya menetapkan pilihan saya di Kriminologi UI dengan meyakini bahwa ini pilihan terbaik dan semesta akan membantu saya mewujudkan mimpi saya. Saya menyiapkan semunya dalam waktu tiga bulan untuk mempelajari rumpun sosial humaniora. Pada akhirnya, semua usaha dan doa yang diwujudkan pasti akan menemukan hasil terbaiknya. Saya lolos di Kriminologi UI melalui jalur SBMPTN.

Saya memulai Program Studi Sarjana Kriminologi UI pada Agustus 2021. Di tengah kondisi pandemi, saya dan teman-teman Kriminologi UI angkatan 2021 memulai semua aktivitas perkuliahan secara daring, sebelum akhirnya kami dapat bertemu satu sama lain dengan seluruh keluarga besar Departemen Kriminologi UI di tahun 2022. Setelah melalui delapan semester di Kriminologi UI, saya berhasil lulus di 2025.

Perjalanan Karier

Saya memulai karir saya dengan mengikuti program magang.

Saya memulai karir saya dengan mengikuti program magang. Ketika semester lima, saya magang selama tiga bulan di Divisi Hubungan Internasional POLRI. Saya menempati posisi asisten dari Secretary General INTERPOL (SES NCB). Ketika memasuki semester 6 di tahun 2023, saya mendapatkan kesempatan mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dari Kemendikbud. Saya mengikuti program magang di PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), perusahaan kontraktor batubara di posisi risk management intern. Skill yang saya gunakan dalam program magang ini adalah skill mengidentifikasi risiko yang ada yang dapat mempengaruhi proses bisnis perusahaan. Skill identifikasi risiko saya dapatkan dari mata kuliah Strategi Pencegahan Kejahatan (SPK), Manajemen Sekuriti, dan mata kuliah analitik lain. Total, saya menjalani proses magang di BUMA selama 10 bulan (5 bulan MSIB di semester 6 dan 5 bulan magang mandiri di semester tujuh).

Di semester delapan, saya kembali mengikuti program magang. Pada kesempatan ini, saya mengikuti program magang di sektor Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) bernama PT Sigap Prima Astrea. Saya mendapatkan informasi magang dari Departemen Kriminolog UI dan memanfaatkan kesempatan tersebut. Di SIGAP, saya menempati posisi security analyst intern. Di posisi tersebut, saya melakukan analisis isu terkini dalam IPOLEKSOSBUDHANKAM yang dapat berdampak bagi proses bisnis client, melakukan asesmen keamanan, serta melakukan social mapping terkait keamanan sekitar untuk kepentingan client. Saya dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik karena telah mendapatkan bekal keilmuan yang cukup selama saya berkuliah di Kriminologi UI.

Di penghujung semester delapan, saya mengikuti program Management Trainee di PT Sigap Prima Astrea. Saya mengikuti seluruh proses seleksi dengan sungguh-sungguh sambil berserah akan hasil yang didapatkan nantinya. Dengan usaha dan doa orang tua serta teman-teman terdekat, saya berhasil lolos di program Management Trainee PT Sigap Prima Astrea dan memulai karir saya di bidang BUJP.

Kesan Berkuliah di Departemen Kriminologi

Kriminologi membuka mata saya bahwa kejahatan tidak selalu tentang pelaku yang merugikan korbannya. Lebih dari itu, Kriminologi menyadarkan bahwa sangat banyak faktor yang saling berkelindan yang dapat mengantarkan seseorang atau menciptakan kondisi terjadi sebuah kejahatan. Tidak hanya kejahatan, bagaimana dinamika sosial dapat menciptakan kondisi baru di masyarakat yang mengarah pada penyimpangan sosial dan norma juga dipejari di Kriminologi.

Pengalaman di mata kuliah mengajarkan saya mengombinasikan teori dengan kondisi aktual di lapangan.

Selama perkuliahan, beberapa mata kuliah sangat lekat berada di ingatan saya. Mata kuliah penelitian, baik kuantitatif dan kualitatif menghadirkan tantangan yang begitu besar bagi mahasiswa untuk dapat menyusun model penelitian, keterbaruan, dan dampak yang diberikan dari penelitian tersebut. Saya sangat ingat meneliti secara kuantitatif tentang kebiasaan minum alkohol di kalangan mahasiswa dan meneliti secara kualitatif judi balap liar motor di kawasan Jakarta. Selain itu, mata kuliah Strategi Pencegahan Kejahatan dan Manajemen Sekuriti menjadi bekal saya dalam menjalani karir di sektor BUJP untuk menganalisa peluang sehingga dapat mengantisipasi terjadinya kejahatan. Saya bersama kelompok saya pernah melakukan asesmen sederhana di Museum Zoologi Bogor dan Terminal Stasiun Depok Baru. Pengalaman yang ada di mata kuliah membantu saya mengkombinasikan teoretikal yang saya dapatkan dalam perkuliahan dengan kondisi aktual yang ada di tempat.

Pesan Untuk Mahasiswa dan Alumni

Saya membagi masa perkuliahan saya menjadi dua fase, fase pertama di semester 1–5 saya banyak berkutat di aktivitas dalam kampus. Saya mengikuti program kerja (proker) dan menjadi pengurus aktif di BEM FISIP UI, mengikuti proker di HIMAKRIM, dan menjadi panitia ospek MABIM Kriminologi. Setelah itu, fase kedua perkuliahan saya banyak habiskan di luar kampus untuk mengikuti program magang dan banyak berkenalan dengan orang di luar kampus. Langkah ini membantu saya menyeimbangkan kehidupan perkuliahan saya dengan mengikuti kegiatan kampus dan mampu menyiapkan diri untuk kehidupan pasca-kampus.

Jangan membatasi diri kalian untuk mengeksplorasi semua hal yang dapat meningkatkan kapasitas diri.

Pesan saya untuk mahasiswa adalah jangan membatasi diri kalian untuk mengeksplorasi semua hal yang dapat meningkatkan kapasitas diri. Namun, sebelum kalian melakukan eksplorasi tersebut, hendaknya kalian menentukan value atau nilai apa saja yang akan kalian pegang teguh sampai kapanpun dan dalam kondisi apapun, sehingga ketika kalian nantinya melakukan eksplorasi dan menemukan nilai-nilai yang berseberangan dengan diri kalian, kalian sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Kriminologi UI, Depok, dan Jakarta banyak menyadarkan saya tentang kehidupan. Sebagai orang daerah, saya mempunyai mimpi besar untuk dapat sukses. Namun, hingga saat ini saya pun masih mencari definisi yang tepat dari sukses saya. Satu yang pasti, saya menjalani semua kesempatan yang ada di depan dengan sebaik mungkin. Saya sadar, saya hanya dapat menggantungkan nasib saya pada diri saya sendiri. Orang-orang saat ini banyak menyebutnya dengan istilah ‘perintis’. Bagi kalian yang mengalami nasib serupa, tidak perlu berkecil hati karena manusia akan selalu diberi kesempatan untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik oleh semesta atas izin Tuhan yang Maha Kuasa. Sedangkan, bagi kalian yang menikmati previlege, tidak usah malu untuk mengakuinya karena itu anugerah yang diberikan dan seharusnya menjadi modal untuk dapat berhasil dalam versi kalian masing-masing.