Skip to main content
Alumni

Siti Juliantari Rachman: Kiprah Alumni Kriminologi UI dalam Mendorong Pemerintahan Bersih

By Agustus 15, 2025No Comments3 min read

Siti Juliantari Rachman, atau yang akrab disapa Tari, memulai perjalanannya di dunia akademik sebagai mahasiswa Program Sarjana Departemen Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI) pada tahun 2008.

Memasuki tahun ketiga kuliah, Tari memilih magang di lembaga swadaya masyarakat Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama seorang teman seangkatan. Keputusan ini menjadi pintu awal yang membawanya mendalami isu tata kelola pemerintahan. Setelah lulus dari UI pada Januari 2012, ia langsung bergabung sebagai Program Officer di Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW. Di posisi tersebut, ia mempelajari bagaimana ketimpangan akses dan kualitas layanan publik terjadi, serta bagaimana korupsi merambah sektor-sektor strategis, khususnya pendidikan dan kesehatan. Tugas pertamanya adalah memetakan pola korupsi di kedua sektor tersebut, sekaligus melakukan pemberdayaan masyarakat agar lebih kritis terhadap layanan publik.

Ketekunan dalam mengadvokasi isu antikorupsi membawanya dari ruang kuliah Kriminologi UI hingga panggung pengakuan global.

Sejak saat itu, Tari terus berkiprah di ICW dan pernah memegang berbagai posisi strategis, antara lain Program Manager Divisi Kampanye, Program Manager Divisi Pengelolaan Pengetahuan, dan terakhir Wakil Koordinator.

Upaya gigihnya telah membuahkan pencapaian nyata, di antaranya diadopsinya standar pengadaan publik dalam Peraturan Komisi Informasi, serta masuknya kerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dalam mendorong partisipasi publik melalui Opentender.net ke dalam Compendium of Good Practices on Public Participation and Anti-Corruption Education pada G20 Bali Leaders’ Declaration 2022.

Konsistensinya dalam mengadvokasi isu antikorupsi mendapat pengakuan internasional melalui penobatannya sebagai salah satu Faces of Open Government oleh Open Government Partnership dan Open Contracting Champion oleh Open Contracting Partnership.

Kini, Tari sedang melanjutkan studi magister di University of Melbourne untuk meluaskan perspektif dan keterampilannya, dengan tujuan terus memperjuangkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik di Indonesia.

Kesan Berkuliah di Departemen Kriminologi

Salah satu pengalaman paling berkesan selama kuliah adalah mengikuti mata kuliah Statistik Sosial dan White Collar Crime (WCC). Statistik Sosial kala itu penuh tantangan. Tugas yang diberikan sering membuat ia dan teman-temannya begadang di kampus. Meski melelahkan, pengetahuan dari mata kuliah ini terbukti bermanfaat, digunakan dalam penulisan skripsi dan menjadi bekal penting dalam pekerjaannya di ICW, terutama saat mengelola survei dan menganalisis data.

WCC menjadi mata kuliah yang unik karena hanya diikuti oleh enam mahasiswa. Suasana kelas yang kecil memungkinkan diskusi mendalam, menghubungkan konsep dan teori dengan praktik kejahatan kerah putih yang terjadi di Indonesia, termasuk korupsi. Pengalaman ini tidak hanya memperluas wawasan akademiknya, tetapi juga menumbuhkan minat yang lebih kuat untuk menekuni isu antikorupsi di kemudian hari.

Pesan Untuk Mahasiswa dan Alumni

Setiap tantangan adalah guru, setiap kesulitan adalah proses yang mengasah kemampuan dan membentuk kualitas diri.

Bagi Tari, setiap pekerjaan yang dijalani dengan sepenuh hati dan ketekunan akan membawa hasil. Setiap tantangan adalah guru, dan setiap kesulitan adalah proses pembelajaran yang mengasah kemampuan sekaligus membentuk kualitas diri. Dengan sikap itu, ia percaya bahwa siapa pun dapat melangkah menuju pencapaian yang lebih besar dan bermakna.

Penjelasan foto:

  1. Menjadi salah satu narasumber sekaligus peserta dalam The 2nd Summit for Democracy di Korea.
  2. Memaparkan kegiatan dalam Fellowship Transparansi dan Akuntabilitas Sektor Publik yang diselenggarakan oleh Australia Awards Indonesia di Griffith University.
  3. Mengikuti pelatihan Feminist Leadership Program di Filipina.